Minggu, 25 Maret 2012

APRESIASI DARI PWI

Jombang, (portnews)

PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, menyerahkan penghargaan PWI Jatim Award 2012, sebagai apresiasi terhadap kinerja PT Pelabuhan Indonesia III (Persero).  Dalam acara peringatan hari Pers Nasional yang diselenggarakan di pendopo Kabupaten Jombang, plaket yang diserahkan Ketua PWI Jatim Akhmad Munir, diterima Sekretaris Perusahaan Pelabuhan III Achmad Baroto. Pada resepsi HPN dan HUT PWI kali ini, juga diserahkan penghargaan kepada sejumlah instansi maupun perorangan, antara lain kepada PT Pertamina, PT Semen Gresik, PT PLN Distribusi Jatim, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung Wibowo dan beberapa perusahaan serta beberapa tokoh lainnya.

Penghargaan diberikan kepada Pelabuhan III berdasar penilaian terhadap peran nyata perusahaan pengelola 43 pelabuhan di Indonesia tersebut terhadap kelancaran arus logistik nasional terutama di Kawasan Timur Indonesia serta upaya pembangunan dan pengembangan yang dilakukan terhadap sejumlah pelabuhan yang dikelolanya. PWI Jatim mencermati, dari sejumlah pelabuhan yang dikelola, maka kinerja dan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai jalur distribusi logistik di Jawa Timur sebagai sebuah prestasi yang patut diapresiasi.

Dalam penilaian PWI Cabang Jatim 95 % arus perdagangan internasional maupun antar pulau di Jawa Timur dilakukan melewati Pelabuhan Tanjung Perak.  Hal tersebut berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dalam 2 tahun terakhir, hingga selalu berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional.  Tahun 2010 Jatim mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8% berada diatas pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 6,2%.  Begitu juga di tahun 2011, pertumbuhan ekonomi Jatim tumbuh 7,2% diatas hasil nasional sebesar 6,5%. 

Total arus petikemas tahun 2011 di seluruh pelabuhan yang dikelola Pelabuhan III, 72,2% atau sekitar 2,62 juta TEU’s diantaranya berasal dari Pelabuhan Tanjung Perak.  Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 10% dari tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 2,40 juta TEUS’s.

Menurut Kahumas Pelabuhan III Edi Priyanto kepada indonesiaportnews, dalam rangka meningkatkan kinerja dan pelayanan di Pelabuhan Tanuung Perak, telah dilakukan beragam upaya meliputi peningkatan kapasitas, termasuk membangun Terminal Multi-Purpose Teluk Lamong yang akan siap tahun 2014.
Dalam rangka mendukung pengoperasian Terminal Multi-Purpose Teluk Lamong, juga dilakukan pelebaran dan pendalaman Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yang selama ini dinilai kurang optimal. Guna meningkatkan kinerja bongkar muat, dilakukan rekonfigurasi dan revitalisasi dermaga konvensional menjadi dedicated terminal dan untuk meningkatkan kapasitas produksi dilakukan dengan pengadaan peralatan bongkar muat. 

“Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat yang menggunakan fasilitas terminal penumpang, PT Pelabuhan III akan melakukan penataan dan modernisasi terminal penumpang Gapura Surya dan Gapura Nusantara di Pelabuhan Tanjung Perak” ujar Edi Pri.***

DI TANJUNG PERAK GERBONG MUTASI BERGERAK


Promosi Deputi GM Tanjung Perak
ke TPKS, diikuti pergeseran jabatan
beberapa pejabat struktural

Surabaya, (portnews)

PEKAN pertama Maret 2012 lalu, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Tanjung Perak kembali melakukan penyegaran pejabat strukturalnya. Deputy General Manager yang sebelumnya dijabat Sumarzen Marzuki, terkait promosinya menjadi GM Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), digantikan mantan Manager Terminal Nilam Bambang Hasbullah. Jabatan Manager Terminal Nilam digantikan oleh Bambang Wiyadi.

Selanjutnya, jabatan Manager Sistem Manajemen dan Informasi diserahkan kepada pejabat baru Dedy Rudijanto. Jabatan Manager Pengamanan yang sebelumnya diduduki Edi Priyono, yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP), diserahkan kepada Frans Huwae yang sebelumnya menjabat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Untuk jabatan Assistant Manager yang baru diantaranya: Dwi Wuryanto (Assistant Manager Akuntansi Manajemen); Usman Dasar Jaya (Assistant Manager Aplikasi dan Penyajian Data); Luthmayanna Fristikawansyah (Assistant Manager Perangkat Keras dan Jaringan); Jatmiko Wahyu Hidayat (Assistant Manager Peralatan dan Instalasi).

Seusai sertijab dilanjutkan dengan pisah sambut Deputy GM. Dalam kesempatan tersebut Sumarzen Marzuki didampingi oleh istri, memberikan pesan dan kesan selama beliau menjabat sebagai Deputy General Manager di Pelabuhan Tanjung Perak. Ujarnya: “Banyak kesan dan ilmu yang kami peroleh, dan banyak hambatan yang dihadapi. Selama  dua bulan di sini tentunya belum maksimal hasilnya, masih banyak yang perlu dilakukan, kaitannya dengan standart produktivitas bongkar muat petikemas, general cargo, curah, dsb itu merupakan target yang harus dicapai”. Harapan Pelindo III Cabang Tanjung Perak, dengan adanya penyegaran  pejabat structural dapat memberikan kontribusi lebih untuk majunya Pelabuhan Tanjung Perak, sehingga pelayanan dan produktivitas pelabuhan, serta semangat kerja dapat lebih meningkat.***

Rabu, 07 Maret 2012

PELINDO III RAIH PENGHARGAAN CSR AWARD 2012

Denpasar, Bali (portnews)

DALAM rangka pelaksanaan Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang Benoa, terus mengucurkan bantuan untuk meningkatkan kualitas masyarakat dan lingkungan strategisnya. Salah satunya adalah dalam rangka ikut menjaga kebersihan Kota Denpasar, Pelabuhan III Cabang Benoa telah berpartisipasi menyumbang bak sampah kepada Dinas Kebersihan Kota Denpasar senilai Rp.15 juta. Selain itu juga berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan pelabuhan Benoa yang dengan dengan semboyan “Bersihkan Sampah Plastik” menyatakan “perang” terhadap plastik bekas sebagai material pencemar perairan dan lingkungan.
 
Sebagai apresiasi terhaap upaya yang dilakukan Terminal Operator Pelabuhan Benoa, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke 20 Pemerintah Kota Denpasar, Walikota Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantera telah berkenan menyerahkan “CSR Award” kepada GM Pelabuhan III Cabang Benoa Iwan Sabatini, dalam acara gathering dan temu mitra bisnis di Hongkong Garden pada akhir Februari 2012 lalu.

Pelabuhan III Cabang Benoa selama tahun 2011 telah menyalurkan bantuan Bina Lingkungan sebesar Rp.  412.750.000,- kepada 24 penerima yang antara lain untuk pembangunan Mushola Ar Raudah, di kawasan Monang-maning, Panti Asuhan & Pendidikan Anak Yatim Piatu KH Mashuri di Sesetan, pembangunan dan pemugaran Pura Ayu Dewa Bagus Suwung Kauh Denpasar dan beberapa penerima lain di Bali.

Untuk Kemitraan, Pelabuhan III Cabang Benoa telah menyalurkan dana di tahun 2011 sebesar Rp. 930.000.000,- kepada 21 Usaha Kecil dan Mikro (UKM) berbagai usaha seperti dagang sembako, peternakan, pengrajin perak, konveksi, meubel dsb. Pelabuhan III cabang Benoa juga memberi kesempatan kepada mitra binaan yang berhasil untuk ikut kegiatan pemeran baik di CSR BUMN di Jakarta, Pameraya di SUrabaya dan beberapa event lainnya.

Akan halnya bantuan untuk mitra binaan Pelabuhan III Cabang benia, apabila dibagi per sektor, dapat diklasifikasi penyaluran sbb:

-          Sektor Perdagangan (9 mitra) Rp. 280.000.000,-
-          Sektor Industri (3 mitra) Rp. 175.000.000,-
-          Sektor Peternakan (3 mitra) Rp. 160.000.000,-
-          Sektor Jasa (3 mitra) Rp. 240.000.000,-
-          Sektor Perkebunan dan Pertanian (2 mitra) Rp.  50.000.000,-

Menurut GM Pelabuhan III Cabang Benoa Iwan Sabatini, besar nya penyaluran sangat tergantung penyisihan sebagaian laba perusahaan, bila Pelabuhan Benoa dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan meningkatkan produktivitas maka kedepan diharapkan penyaluran CSR dapat lebih meningkat lagi.

”Saat ini Pelabuhan III Benoa terus berupaya meningkatkan Level of Service bagi pelayanan kapal-kapal, utamanya kapal cruise yang terus meningkat, ini sebagai dukungan kami untuk peran serta meningkatkan pariwisata di Bali. Target arus kapal cruise yang berkunjung ke pelabuhan Benoa tahun 2012 adalah 40 unit.
Diharapkan setelah selesainya pembangunan jalan ”Bali Tol”, akan makin terjadi peningkatan pertumbuhan perniagaan khususnya melalui pelabuhan” jelas Iwan Sabatini kepada portnews. (rx.07/03/12)***

MENGUBAH CUTRA UNTUK LAYANAN PRIMA

Surabaya (portnews)


AMANAT UU No.17/2008 tentang pelayaran dan PP No.61/2009 tentang kepelabuhanan, merupakan pendorong agar BUMN Pelabuhan melakukan reposisi bisnis dari yang semula berperan sebagai penyelenggara pelabuhan untuk kemudian menjadi Operator Terminal. Hal tersebut ditambah dengan semangat yang di”pompa”Menteri BUMN Dahlan Iskan agar pengelola perusahaan milik negara berani melakukan langkah-langkah out of the box, ternyata mengandung konsekuensi logis terjadinya perubahan dalam banyak hal di lingkungan BUMN yang awalnya mendapat julukan sarkastik “perusahaan plat merah”.

Didasari semangat out of the box pula, bentuk logo “bebek” yang selama ini menjadi merk dagang PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV, khusus untuk Pelabuhan II mulai Februari 2012 lalu diganti dengan tampilan lebih dinamis. Juga dalam nama, sejak saat itu Pelindo II mengganti brand menjadi Indonesia Port Corporation (IPC).

Kendati belum “seberani” Pelabuhan II, tetapi sejak pertengahan tahun 2011 lalu, manajemen Pelabuhan III juga sudah merancang beberapa langkah strategis terkait dengan pembentukan brand-image perusahaan. Antara lain dengan mengubah tampilan dekorasi pada hampir seluruh ruangan kantor pusat yang semula terkesan resmi dan “angker” jadi lebih ramah dan flamboyan. Selain itu, juga telah digelar wacana mengubah pakaian kerja yang akan dikenakan oleh pegawai Pelabuhan III. Dengan thema “pakaian serasi berbasis korporasi”, menggandeng disainer Musa Widiatmodjo yang telah berhasil merancang busana kerja untuk banyak perusahaan terkemuka. Nantinya Pelabuhan III akan memiliki jenis-jenis busana untuk: pekaian kerja pejabat struktural, staf, sekretaris, front office, pengemudi, petugas lapangan, busana batik, seragam sekuriti, ABK dan Pandu serta busana Perispindo III.

Tampaknya, didasari tekad tak mau kalah dengan “induk”nya pada awal Maret lalu Pelabuhan III Cabang Tanjung Perak juga melakukan terobosan dengan memberi pelatihan pengembangan diri yang, utamanya ditujukan bagi pegawai perempuan. Tujuannya adalah agar mereka dapat tampil cantik dan anggun ketika memberi pelayanan kepada pelanggan. Menurut staf Humas Cabang Tanjung Perak Susana Emiliasari kepada portnews, pelatihan yang melibatkan pakar kecantikan itu, diikuti 88 pegawai perempuan di lingkungan pelabuhan Tanjung Perak dari generasi yang bervariasi. Mulai dari era kelahiran tahun 1940-an sampai dengan yang lahir tahun 2000-an. Di dalam pelatihan ini diajarkan bagaimana ber-make up yang bagus, bagaimana menata rambut yang rapi, dan bagaimana mengenakan kerudung yang serasi bila dipadukan dengan pakaian seragam kerja.

“Kami harapkan agar peserta latihan dapat mencermati materi yang disampaikan instruktur, agar nantinya dapat mengaplikasikannya di tempat kerja. Apabila pegawai Pelabuhan III Cabang Tanjung Perak dapat tampil lebih cantik dengan make up dan tentunya selalu tersenyum dalam melayani pengguna jasa ha itu akan menjadi nilai tambah dalam meningkatkan citra perusahaan” ujar GM Pelabuhan Tanjung Perak I Putu Ariawan didampingi Manager Umum & SDM Khusnul Yakin, dalam sambutannya. (rx/07/03/12)***

Kamis, 16 Februari 2012

MENJELANG MoU KETEMU RUAS & BUKU

Walikota Banjarmasin berkunjung
ke Kantor Pusat Pelindo III. Menjelang
MoU, tersirat ada kesamaan niat


Surabaya (portnews)

PERTEMUAN antara Walikota Banjarmasin M.Wahidin dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Djarwo Surjanto, mengisyaratkan rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan Pelabuhan Trisakti bakal berjalan mulus. Keduanya merupakan tipe pemimpin yang tak terlalu bertele-tele dalam memutuskan sesuatu.

”Kami bersama GM Pelabuhan III Cabang Banjarmasin telah berkali-kali lakukan pertemuan, dan secara prinsip sama-sama ingin mengembangkan pelabuhan yang berada di ibukota Kalimantan Selatan itu, sekaligus melakukan pembenahan lahan yang terkesan kumuh. Termasuk Pelabuhan Martapura Lama yang kebetulan berdekatan dengan kantor kami” ungkap Wahidin.

Dalam kunjungan ke Kantor Pusat Pelabuhan III di Surabaya yan diikuti pula oleh Sekkota Banjarmasin Zulfadly Gazali dan petinggi lainnya tersebut, kedua belah fihak menyatakan kesamaan niat untuk membenahi berbagai fasilitas pelabuhan, antaralain pembangunan  CY di lahan pelabuhan, pemberdayaan Terminal Basirih yang selama bertahun-tahun mengalami idle dan Terminal Martapura Lama. Dalam penjelasannya kepada indonesiaportnews, GM Pelabuhan III Cabang Banjarmasin Toto Heli Yanto mengatakan: ”Pada saat ini kami sedang melakukan penataan menyeluruh terhadap Pelabuhan Banjarmasin. Selain penambahan panjang dermaga dan penambahan peralatan bongkar muat petikemas, juga melakukan kerjasama dengan Pemko merelokasi penduduk yang menghuni lahan sekitar jalan Barito Hilir yang merupakan jalur utama di dalam pelabuhan pelabuhan, serta relokasi penghuni Pelabuhan Martapura Lama yang kelak akan dibangun menjadi ikon bisnis Banjarmasin. Sedangkan pemberdayaan Terminal Basirih yang telah direspons oleh Pemko dengan membjuka akses, akan dijadikan pusat layanan bongkar muat curah cair dan curah kering. Baik untuk pengembangan Martapura Lama maupun Basirih telah ada investor yang menyatakan kesanggupannya membangun. Tentunya nantinya akan diatur secara teknis kontribusi yang bisa didapat oleh Pemko”.

Pertemuan di Surabaya tersebut memang belum sampai ke tahap menandatananan MoU. Tetapi, tentang hal itu Dirut Pelabuhan III Djarwo Surjanto berucap: ”Kami sudah mempunyai kesamaan niat dan tampaknya tak ada hal-hal yang akan menjadi penghambat. Boleh disebut kali ini telah bertemu antara ruas dan buku. Oleh karena itu kami segera menugaskan Biro Hukum Kantor Pusat Pelabuhan III untuk segera menyusun draft MoU, yang lebih cepat diteken akan lebih baik. Kalau memungkinkan pada akhir pekan ketiga bulan Februari 2012 ini MoU sudah dapat kami tandatangani bersama. Akhir pekan ini saya siap berangkat ke Banjarmasin, bahkan kalau perlu Mou tersebut kita tandatangani pada hari Ahad”.

Ditambahkan oleh Djarwo Surjanto bahwa MoU tersebut nantinya akan menjadi acuan prinsip yang rincian pelaksanaannya bisa dilakukan pada tingkat staf. Seperti diketahui, di Kantor Pusat Pelabuhan III saat ini telah dibentuk Tim Percepatan Pengembangan Pelabuhan Banjarmasin yang diketuai oleh M.Basori yang pernah menjabat sebagai Manager Teknik kemudian GM Pelabuhan III Cabang Banjarmasin dengan anggota Putut Sri Mulyono yang juga pernah bertugas di Cabang Banjarmasin. (rx/16/02/2)***

Kamis, 26 Januari 2012

MV SEABORN LEGEND KUNJUNGI CELUKANBAWANG


P.01/11


Kunjungan perdana MV Seabour Kegend
diharap jadi pemicu tumbuhnya perekonomian
di Bali utara, khususnya Buleleng

Celukanbawng, Buleleng (portnews)
            KALAU selama ini Daerah Tujuan Wisata (DTW) Bali lebih berpusat di kawasan selatan seperti Badung, Gianyar dan Denopasar, maka sejak kunjungan perdana cruise pengangkut wisatwan mancanegara (wisman) 22 Januari lalu di Pelabuhan Celukanbawang, juga mulai menyebar ke Bali utara khususnya Kabupaten Buleleng. Tak menherankan bila Bupati Buleleng Putu Bagiada tak bisa menyembunyikan kegembiraan dan rasa bangga, saat menyaksikan merapatnya kapal MV Seabourn Legend, yang sandar bertepatan pelaksanaan upacara Siwa Ratri yang dinilai sakral oleh umat Hindu Dharma.
 
MV Seabourn Legend yang diageni oleh PT PELNI dan tour aranger Destination Management for Asia Travel ini merupakan cruise berbendera Bahamas dengan panjang sekitar 150 meter, bertonase 10.000 GRT. Kapal yang diawali 164 ABK dari berbagai kebangsaan ini mampu menampung lebih dari 200 penumpang yang menempati 6 dek. Pelayaran perdananya dilakukan pada tahun 1988 dan sempat direfurbish tahun 2008, mampu menjelajah dengan kecepatan 15 knot.

Dalam penjelasannya kepada indonesiaportnews.  I Ketut Sediya Yasa dari Destination Asia rencananya cruiser ini sepanjang tahun 2012 akan berkunjung sebanyak 3 kali ke Celukanbawang. Yaitu pada 22 Januari, 15 Februari dan 18 Desember. Namun diperkirakan, Pelabuhan Celukanbawang akan disinggahi lebih dari tiga kapal wisata, karena beberapa cruise yang rencananya akan berkunjung ke Pelabuhan Benoa di Bali selatan oleh operator wisata juga akan diarahkan ke Celukanbawang.

Kesiapan Pelabuhan
Kunjungan sepuluh jam di Kabupaten Buleleng ini, dimanfaatkan oleh para wisman mengunjungan Viara Budhis, museum lontar Gedung Kirtya, pelabuhan lama Buleleng, desa adat Sawan dan Sembiran, air terjun bertingkat di Git-git, Pura Pojok Batu, Resort Munduk, Monumen Panji dan pos pengamatan burung Teluk Brumbun.

Sebelum singgah di Pelabuhan Celukanbawang, Seabourn Legend dalam perjalanannya dari Singapura telah lebih dulu singgah di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Tembaga Probolinggo. Dari Celukanbawang cruise melanjutkan pelayaran ke Lembar, Benoa dan Komodo untuk kemudian kembali ke Singapura.

Namun bagi kebanyakan pengamat pelabuhan, mencermati kondisi pelabuhan di Bali utara itu muncul pertanyaan: sejauh mana kesiapan Terminal Operator Pelabuhan Celukanbawang menerima kunjungan kapal wisata berbendera asing tersebut ?

”Kunjungan cruise kapal ini memang merupakan pengalaman pertama bagi kami. Karena itu kami selalu berkoordinasi dengan semua fihak pemangku kepentingan yang terkait dengan pelabuhan, antara lain dengan Pemerintah Kabupaten, Adpel dan Dinas Perhubungan, Kepolisian hingga pemangku adat setempat. Dari segi teknis keselamatan pelayaran, Celukanbawang yang mempunyai kedalaman kolam dan alur sampai -13 meter LWS cukup aman unt. Tetapi mengingat pelabuhan kami belum mendapat sertifikat ISPS Code Compliance, maka sesuai ketentuan IMO, kami mendapat keterangan jaminan keamanan fasilitas dari PSFO” jelas General Manager Terminal Operator Celukanawang Drs. Poniman MM kepada indonesiaportnews.

Peningkatan Investasi
            ”Investasi di Provinsi Bali masih didominasi oleh sektor pariwisata yang berkisar 95% dari target investasi di Provinsi Bali tahun 2012. Ditinjau dari nilai investasinya, diperkirakan pada tahun 2012 akan terjadi peningkatan mencapai Rp.18 triliun, dibanding tahun lalu yang tercatat Rp.15 triliun. Mencermati hal tersebut, kami menempuh kebijakan menghentikan untuk sementara pemberian ijin pembangunan proyek-proyek pendukung industri pariwisata di Kabupaten Badung dan Gianyar serta kota Denpasar. Tujuannya adalah untuk menata infrastruktur yang ada sambil membuka peluang bagi berkembangnya industri pariwisata di kabupaten lain seperti Tabanan, Karangasem dan Buleleng” jelas Kepala Badan Penanaman Modal & Perijinan (BPMB) Provinsi Bali Ida Bagus Made Parwata.
            Terkait dengan kunjungan perdana cruise ke Celukanbawang, Bupati Buleleng Putu Bagiada mengatakan bahwa hal tersebut menjadi harapan besar bagi masyarakat agar dapat memicu pertumbuhan industri wisata di Bali utara. Sebab selain terdapatnya pendapatan bagi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang ada di daerahnya, juga menumbukan multiplyer effect dalam usaha perdagangan kecil, meningkatnya industri pendukung seperti kerajinan dan cenderamata dan juga tingkat hunian  hotel serta rumah makan.
            Di Bali utara terdapat bermacam jenis industri kerajinan rumahan mulai dari kain batik dan tenun, kerajinan bambu. Selain itu daerah belakang Buleleng juga kaya akan berjenis-jenis buah musiman mulai rambutan hingga duren, serta kopi unggulan jenis Arabika di resort pariwisata Munduk.
            ”Kunjungan cruise ke Celukanbawang merupakan hasil rintisan yang telah kami lakukan lebih dari satu tahun belakangan ini. Hal tersebut juga memberi bukti keberhasilan operator wisata dan Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang secara gencar memasarkan obyek wisata yang ada di Bali utara. Sedang bagi Pelindo III Cabang Celukanbawang momentum ini diharapkan menjadi awal bersinarnya potnsi pelabuhan di Bali utara ini. Hal tersebut sekali gus merupakan pembuktian daya mampu dalam memberikan pelayanan bagi kapal-kapal turis pengangkut wisatawan mancanegara” ungkap GM Terminal Operator Pelabuhan Celukanbawang Poniman.*** (rx-26/12/12)

Kamis, 19 Januari 2012

CRUISE TERBESAR KUNJUNGI BENOA

Dengan pengerukan alur dan kolam
cruise berukuran besar dapat sandar di
dermaga Pelabuhan Benoa Bali

Benoa, Bali (portnews)
PADA akhirnya Pelabuhan Benoa Bali berhasil menorehkan sejarah baru dalam memberikan pelayanan terhadap kapal turis yang berukuran besar. Hal itu terjadi ketikapada 16 Januari 2012 jam 02.45 WITA, cruise MV Legend of the Seas sandar di dermaga timur pelabuhan utama di Pulau Dewata itu.
”Bersamaan dengan sandarnya MV Athena tangal 13 Januari, kami melakukan persiapan dengan sounding terhaap kolam pelabuhan yan setelah dikeruk mempunyai kedalaman -9,5 meter LWS. Hal itu perlu dilakukan mengingat cruise dengan panjang 264,5 meter merupakan kapal terpanjang yang pernah sandar di pelabuhan Indonesia. Pada taun 2011, Legend of the Sea pernah berkunjung ke Benoa, tetapi hanya dengan labuh di luar kolam” ungkap General Manager Terminal Operator Pelabuhan Benoa Iwan Sabatini.

Dikatakan pula, momen ini sangat menarik karena saat dilakukan pemanduan dari luar Bouy dengan Kapal Tunda (KT) Bima 306 milik Pelindo III dan KT Subali, ikut pula Direktur Pelabuhan & Pengerukan Direktorat Perhubunan Laut Kementerian Perhubungan, Kemal Heryandri, jajaran pejabat Kementrian Pariwisata Ekraf dan konsultan cruise Mr Hugues Lamy. Dalam kunjunan kali ini, kapal singgah di Pelabuhan Benoa mulai tanggal 16 sampai denan 18 Januari, sehingga bermalam selama 2 hari. Ujar Iwan: “Kami segera memanfaatkan kesempatan ini dengan menambah fasilitas baru Free Internet/ WIFI dan foot reflaxtion untuk memberi kenyamanan bagi 2.300 oran wisman penumpang kapal wisata selama berada dalam terminal, dan sepanjang hari menikmati wisata di Bali.

Menurut GM Pelindo III Benoa, yang juga mengikuti proses penyandaran Legend of the Seas kejadian ini menjadi sejarah baru bagi Pelabuhan Benoa, yang setelah alur diperlebar menjadi 150 meter dengan kedalaman LWS -9,5 meter LWS di tahun 2011, maka pada awal 2012 sudah dapat dikunjungi kapal berukuran besar. Ini merupakan babak baru untuk pelayanan kapal berukuran lebih besar dimasa mendatang . Dalam jumpa media Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengatakan bahwa tahun 2012 Indonesia akan kedatangan sekitar 258 kapal cruise yang mengunjungi semua Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Indonesia. Untuk Bali dijadwal akan terjadi 38 kunjungan kapal cruise yang selain akan sandar di Benoa beberapa di antaranya akan sandar di Pelabuhan Pariwisata Tanah Ampo Kabupaten Karangasem dan Celukan Bawang Kabupaten Buleleng.
 
“Kontribusi devisa dari sektor pariwisata pada tahun lalu mencapai sekitar Rp.  8 triliun. Dengan peningkatkan fasilitas pelayanan baik pelabuhan laut, udara, transportasi darat dan angkutan logistik lainnya diharapkan tahun-tahun mendatang akan dapat lebih meningkat lagi” ujar Sapta Nirwandar.

Bagi Terminal Operator Benoa hal ini akan menjadi tantangan, karena pelabuhan di Bali selatan ini akan lebih banyak dikunjungi kapal-kapal cruise dalam jumlah lebih banyak dengan ukuran lebih besar, yaitu diatas 300 meter. Menurut Iwan Sabatini di bulan Pebruari 2012 akan berkunjung cruise Crystal Serenity  denan ukuran panjang 250 meter, GRT 70.000. Untuk itu manajemen Pelabuhan Benoa akan mempertimbangkan penataan dermaga sehingga kedepan dapat melayani kapal-kapal cruise sesuai permintaan pasar.

Menurut Direktur Pelabuhan & Pengerukan alam rangka untuk antisipasi kedatangan kapal kapal cruise ke Benoa dengan panjang lebih dari 300 meter, pemerintah pusat akan segera melakukan pelebaran alur kembali, utamanya di Bouy 3 dengan cara pemotongan karang di sisi timur secara bertahap agar manuver kapal dapat lebih aman dan lancar. Hal tersebut sesuai permintaan Tim Cruise dan  untuk mendukung industri pariwisata baik Bali maupun Indonesia secara keseluruhan, sehingga Bali diharapkan dapat menjadi Turn Around Port di Indonesia bagi wisman yang menggunakan kapal cruise.

Nakhoda MV Legend of the Seas, Capt Ygnvar Knutsen yang berkebangsaan Norwegia menyatakan bahagia bisa sandar di Pelabuhan Benoa dengan sangat mulus tanpa kendala apapun. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah melakukan kesiapan dan penyambutan yang hangat bagi kapal yng dinakhodainya, yang mengangkut sekitar 2.000 orang penumpang dengan ABK yng terdiri dari 53 nationality, yang terbanyak adalah dari Australia 413 orang, Singapore 295 orang, Inggeris 125 orang, Jerman 103 orang, Malaysia 25 orang, Hongkong 16 orang, bahkan terdapat pula ABK asal Indonesia sebanyak 15 orang.